Mencairnya es dikutub memunculkan berbagai spekulasi, antara berkah ataukah bencana. Bagaimana tidak terkelupasnya lapisan es di Kutub Utara (Arktik) telah mengungkap kekayaan tambang minyak, gas, dan mineral yang sangat berharga.
Kini belahan bumi di utara itu ibarat tanah perawan yang sangat menggoda. Ratusan miliar dolar kekayaan alam bahkan lebih yang mulai tercium dari balik lapisan esnya yang terus menipis dan menyempit telah membuat banyak negara tak kuasa menahan liurnya.
“DAN MUNCULLAH SPESIES BARU ‘BUAYA RAKUS bin SERAKAH’ DI PUCUK BUMI UTARA ITU”.
1. perusahaan Minyak
Kemarin perusahaan minyak harus berpikir berkali-kali sebelum menanam rig di lepas pantai Laut Barents yang beku, kini mereka malah bisa menjelajah lebih jauh ke utara. Mereka bersorak menjadi 'gila' oleh ramalan Badan Survei Geologi Amerika Serikat yang pernah menyebut harta karun berupa seperempat cadangan minyak dan gas bumi ada di sana.
2. perusahaan Tambang
Selain temuan-temuan sampel dasar laut yang mengindikasikan kekayaan migas mulai bersemi, namun ditemukan pula sample yang paling spektakuler (intan 2,4 karat) oleh Perusahaan tambang Kanada, Hudson Resources dekat Kangerlussuaq, Greenland. Batu berharga ini seakan membuka jalan bagi puluhan perusahaan tambang lainnya untuk berbondong-bondong sambil tersenyum datang ke pulau yang 81 persen wilayah es-nya terus berkurang dari tahun ke tahun itu. Tidak hanya itu saja yang dicari oleh perusahaan-perusahaan, mereka juga mengincar emas, seng, timah, perak, zirkon, dan mineral lainnya yang ada dalam tabel unsur kimia buku pelajaran SMA. Maklumlah buaya gitu loh. Tahun lalu saja, penguasa setempat menerbitkan 78 izin eksplorasi mineral untuk 30 perusahaan.
3. perusahaan Pelayaran
Mencair dan menipisnya lapisan es kutub juga membuka kotak harta lainnya seperti rute pintas pelayaran. Para perusahaan operator kapal kini bisa bersorak dan tertawa karena untuk jalur Tokyo-London, misalnya, mereka tidak perlu lagi memutar seperti biasanya. Es yang mencair membuat mereka bisa mengambil jalan yang lebih pendek 40 persen. Wow….luar binasa...
4. Nelayan
Kini belahan bumi di utara itu ibarat tanah perawan yang sangat menggoda. Ratusan miliar dolar kekayaan alam bahkan lebih yang mulai tercium dari balik lapisan esnya yang terus menipis dan menyempit telah membuat banyak negara tak kuasa menahan liurnya.
“DAN MUNCULLAH SPESIES BARU ‘BUAYA RAKUS bin SERAKAH’ DI PUCUK BUMI UTARA ITU”.
1. perusahaan Minyak
Kemarin perusahaan minyak harus berpikir berkali-kali sebelum menanam rig di lepas pantai Laut Barents yang beku, kini mereka malah bisa menjelajah lebih jauh ke utara. Mereka bersorak menjadi 'gila' oleh ramalan Badan Survei Geologi Amerika Serikat yang pernah menyebut harta karun berupa seperempat cadangan minyak dan gas bumi ada di sana.
2. perusahaan Tambang
Selain temuan-temuan sampel dasar laut yang mengindikasikan kekayaan migas mulai bersemi, namun ditemukan pula sample yang paling spektakuler (intan 2,4 karat) oleh Perusahaan tambang Kanada, Hudson Resources dekat Kangerlussuaq, Greenland. Batu berharga ini seakan membuka jalan bagi puluhan perusahaan tambang lainnya untuk berbondong-bondong sambil tersenyum datang ke pulau yang 81 persen wilayah es-nya terus berkurang dari tahun ke tahun itu. Tidak hanya itu saja yang dicari oleh perusahaan-perusahaan, mereka juga mengincar emas, seng, timah, perak, zirkon, dan mineral lainnya yang ada dalam tabel unsur kimia buku pelajaran SMA. Maklumlah buaya gitu loh. Tahun lalu saja, penguasa setempat menerbitkan 78 izin eksplorasi mineral untuk 30 perusahaan.
3. perusahaan Pelayaran
Mencair dan menipisnya lapisan es kutub juga membuka kotak harta lainnya seperti rute pintas pelayaran. Para perusahaan operator kapal kini bisa bersorak dan tertawa karena untuk jalur Tokyo-London, misalnya, mereka tidak perlu lagi memutar seperti biasanya. Es yang mencair membuat mereka bisa mengambil jalan yang lebih pendek 40 persen. Wow….luar binasa...
4. Nelayan
Tak ketinggalan pula para penangkap ikan keciprat berkah alam. Para nelayan juga akan menengadahkan tangan dengan terbukanya daerah tangkapan ikan salmon dan ikan komersial lainnya yang baru.
Eits tunggu dulu ternyata masih ada satu lagi. Kota pelabuhan macam Thule di Greenland pun ikut berdandan menyambut semakin banyaknya kapal dan pendatang yang akan singgah. "Greenland telah menjadi Klondike (tambang emas di Alaska) modern," kata seorang pilot pesawat carteran tentang perubahan yang dilihatnya dari udara dalam lima tahun terakhir.
Kalau Greenland berbenah, Hammerfest di Norwegia justru semakin ramai oleh pendatang. Kota paling utara di Bumi itu mulai diperhitungkan para insinyur muda. Mereka datang dari kota lain di Norwegia, Finlandia, Rusia, Amerika Utara, dan Asia menuju Snohvit (atau dalam bahasa Inggris berarti Salju Putih), sebuah terminal raksasa untuk penyulingan dan pengapalan gas alam dari Laut Barents.
Di tempat itu pula Institut Kutub Norwegia mengungkapkan bahwa bakal lebih banyak lagi perusahaan yang akan datang untuk berinvestasi. "Berkali-kali mereka bertanya kepada kami tentang kelayakan menambang lebih ke utara lagi dari Laut Barents, bahkan dari Spitsbergen di Svalbard," kata Jan-Gunnar Winther, Direktur Institut.
Manusia memang tetap manusia dan tak lebih dari binatang. Ketika beruang kutub menggelepar karena habitat esnya tergerus, mereka tetap berusaha mencari keuntungan. Mereka bahkan tidak peduli kalau es yang mencair juga bisa berarti bencana bagi manusia di belahan dunia yang lain.
Tak pernah kutemui hewan semisal kera mengumpulkan buah untuk persiapan hidup selama 10 tahun dan tak pernah kutemui seekor singa membunuh semua hewan untuk keperluan bertahan hidup sampai ia tua. Namun yang mengherankan seekor anak manusia mengumpulkan keperluan hidup sampai 7 turunan.
Mungkin singa tahu bahwa ketika ia melahap semua maka alam tak lagi bersiklus (RANTAI MAKANAN) atau mungkin kera tahu bahwa buah takkan jadi pohon kalo diambil semua. Tapi yang tidak aku tahu mengapa manusia yang notabene bersekolah dan memiliki akal begitu tersenyum serakah….
Mencairnya es dikutub sertamerta bukanlah anugerah tetapi bencana yang tidak lama datang menghampiri. Es di kutub merupakan penyejuk bumi, penyejuk lautan. Kilauan putih es yang dulu begitu kokoh ibarat cermin yang memantulkan sinar matahari. Kini bumi kehilangan penyejuk udara seperti yang disebut oleh ilmuan cuaca. Makin sedikit es di sana, makin banyak air gelap di sana untuk menyerap radiasi sinar matahari yang hangat. Apabila terjadi perbedaan tekanan yang ekstrim antara darat dan laut maka akan terbentuk pergerakan udara (disebut angin) yang kuat. Mirip-mirip angin topan. Ingat teori terbentuknya angin darat dan angin laut???
Tak hanya itu bencana yang lain masih berbondong-bondong…(bersambung)
Eits tunggu dulu ternyata masih ada satu lagi. Kota pelabuhan macam Thule di Greenland pun ikut berdandan menyambut semakin banyaknya kapal dan pendatang yang akan singgah. "Greenland telah menjadi Klondike (tambang emas di Alaska) modern," kata seorang pilot pesawat carteran tentang perubahan yang dilihatnya dari udara dalam lima tahun terakhir.
Kalau Greenland berbenah, Hammerfest di Norwegia justru semakin ramai oleh pendatang. Kota paling utara di Bumi itu mulai diperhitungkan para insinyur muda. Mereka datang dari kota lain di Norwegia, Finlandia, Rusia, Amerika Utara, dan Asia menuju Snohvit (atau dalam bahasa Inggris berarti Salju Putih), sebuah terminal raksasa untuk penyulingan dan pengapalan gas alam dari Laut Barents.
Di tempat itu pula Institut Kutub Norwegia mengungkapkan bahwa bakal lebih banyak lagi perusahaan yang akan datang untuk berinvestasi. "Berkali-kali mereka bertanya kepada kami tentang kelayakan menambang lebih ke utara lagi dari Laut Barents, bahkan dari Spitsbergen di Svalbard," kata Jan-Gunnar Winther, Direktur Institut.
Manusia memang tetap manusia dan tak lebih dari binatang. Ketika beruang kutub menggelepar karena habitat esnya tergerus, mereka tetap berusaha mencari keuntungan. Mereka bahkan tidak peduli kalau es yang mencair juga bisa berarti bencana bagi manusia di belahan dunia yang lain.
Tak pernah kutemui hewan semisal kera mengumpulkan buah untuk persiapan hidup selama 10 tahun dan tak pernah kutemui seekor singa membunuh semua hewan untuk keperluan bertahan hidup sampai ia tua. Namun yang mengherankan seekor anak manusia mengumpulkan keperluan hidup sampai 7 turunan.
Mungkin singa tahu bahwa ketika ia melahap semua maka alam tak lagi bersiklus (RANTAI MAKANAN) atau mungkin kera tahu bahwa buah takkan jadi pohon kalo diambil semua. Tapi yang tidak aku tahu mengapa manusia yang notabene bersekolah dan memiliki akal begitu tersenyum serakah….
Mencairnya es dikutub sertamerta bukanlah anugerah tetapi bencana yang tidak lama datang menghampiri. Es di kutub merupakan penyejuk bumi, penyejuk lautan. Kilauan putih es yang dulu begitu kokoh ibarat cermin yang memantulkan sinar matahari. Kini bumi kehilangan penyejuk udara seperti yang disebut oleh ilmuan cuaca. Makin sedikit es di sana, makin banyak air gelap di sana untuk menyerap radiasi sinar matahari yang hangat. Apabila terjadi perbedaan tekanan yang ekstrim antara darat dan laut maka akan terbentuk pergerakan udara (disebut angin) yang kuat. Mirip-mirip angin topan. Ingat teori terbentuknya angin darat dan angin laut???
Tak hanya itu bencana yang lain masih berbondong-bondong…(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar